Menjelang
pemilihan umum jokowi mengkampanyekan program-programnya
melalui tiga kartu adapun kartu kartu tersebut yang di mana Dikutip
Dari news.detik.com jokowi keluar kan tiga 'kartu sakti' di depan
warga dalam acara makan bakso bersama di Cikarang. adapun kartu
tersebut adalah Kartu indonesia pintar hingga kuliah, kartu Sembako
murah dan kartu Pra-kerja. yang di mana kartu Pra-kerja ini
menjadi kontroversi di masyarakat yang di mana terdapat pro dan
kontra mengenai program jokowi yang satu ini.
Program
ini bertujuan agar tamatan SMK mendapatkan pelatihan guna
meningkatkan SDM di masyarakat khusus nya bagi lulusan SMK dengan
cara memberikan pelatihan-pelatihan bagi calon pekerja. Namun
timbul polemik dari program ini yang di mana jokowi menjanjikan
memberikan honor bagi pemegang kartu ini sebagaimana yang dikutip
dari nasional.kompas.com jokowi jika
memang setelah pelatihan dilakukan namun pemegang kartu pra-kerja
tetap belum mendapatkan pekerjaan, ia akan mendapat honor dari
pemerintah.
Yang
menjadikan permasalahan pada program ini adalah dana yang digunakan
untuk memberikan honor bagi pemegang kartu pra-kerja ini yang belum
mendapatkan pekerjaan. Jika dana yang dikeluarkan ini melalui
anggaran APBN maka Permasalahan yang timbul adalah pertanyaan
sekaligus menjadi keraguan dari saya adalah Seberapa kuat
dana dari APBN ini untuk dapat membiayai program ini.
Hal
ini berdasarkan pemikiran dari pendapat yang dikutip dari
news.harianjogja.com yang di mana Pengamat Politik Igor
Dirgantara mengatakan kartu pra kerja yang ditawarkan oleh Jokowi -
Maruf Amin dinilai akan menimbulkan masalah baru seperti membebani
APBN. tentu hal ini Sejalan degan pemikiran jusuf kalla yang
mengatakan butuh anggaran besar untuk menjalankan program ini
sebagaimana yang saya kutip dari cnnindonesia.com yang di mana
mengatakan "Saya sendiri belum tahu rencana itu. Butuh
anggaran besar. Nanti kalau ada pembahasan anggaran tahun 2020 baru
kita tahu, yang jelas tahun ini belum,".
Sebenarnya
program ini Sudah ada pada negara negara maju seperti pada
negara Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. namun melihat
kondisi negara indonesia akan
sangat sulit program ini dapat terlaksana degan baik karena
berdasarkan tirto.id Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2018 mencapai 7 juta
orang. Angka tersebut setara dengan 5,34 persen dari jumlah angkatan
kerja di Indonesia yang tercatat sebesar 131,01 juta orang. Dengan
demikian, mereka yang bekerja ada sebanyak 124,01 juta orang. yang di
mana data tersebut jika di tinjau degan yang ada yang ada
dalam databoks.katadata.co.id menyatakan lulusan SMK
pada Agustus 2018 mencapai 11,25% yang
di mana Tingkat pengangguran lulusan SMK lebih tinggi dibanding
lulusan dengan jenjang pendidikan nya setara, yakni Sekolah Menengah
Atas (SMA) maupun lulusan lainnya. tentu jumlah ini tergolong besar
jika dibandingkan degan pengangguran yang ada pada negara-negara maju
tersebut
Jika
Pemerintah Serius untuk memberikan Solusi Bagi orang yang mendapatkan
pekerjaan di indonesia saya rasa bukan degan cara
memberikan honor kepada seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan
tapi degan cara membuka lapangan pekerjaan baru. agar masyarakat
dapat lebih produktif. karena hal ini di khawatirkan akan dapat
menimbulkan rasa malas bagi para calon pekerja